Banjir Landa Tiga Distrik di Dogiyai, Ribuan Warga Kehilangan Harta Benda, Anggota DPR Papua Tengah Angkat Bicara
INFO Oksibil– Musibah banjir kembali menerjang Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, pada Minggu (24/8/2025) dini hari. Bencana ini melanda tiga distrik sekaligus, yaitu Distrik Kamuu Selatan, Kamuu Induk, dan Distrik Dogiyai, mengakibatkan kerugian material yang besar dan memukul ribuan warga setempat.
Banjir yang datang tiba-tiba di kegelapan malam itu tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga menghancurkan sumber penghidupan warga. Kebun, rumah tinggal, dan berbagai jenis ternak menjadi korban, meninggalkan duka dan trauma mendalam bagi masyarakat yang mengalaminya.
Kerugian Material dan Lumpuhnya Aktivitas Warga
Menanggapi bencana tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah (DPR PT), Yones Waine, menyatakan keprihatinan yang mendalam. Dalam keterangan pers tertulis yang dikeluarkan pada Minggu sore (24/8), Waine mengungkapkan betapa besar kerugian yang diderita warga.

Baca Juga: Dibawah Pimpinan Kapolsek, Personel Polsek Waropen Bawah dan Bhayangkari Gelar Senam Sehat
“Bencana kebanjiran Minggu (24/8/2025) dini hari mengorbankan harta benda warga, antara lain kebun, rumah, ternak sapi, ayam, kambing, babi, dan kelinci,” jelasnya.
Tidak hanya kehilangan harta benda, banjir juga melumpuhkan aktivitas masyarakat. Ruas jalan menuju Kamuu Selatan dan sekitarnya terendam air, mengakibatkan akses transportasi terputus total. Kondisi ini semakin memperparah keadaan warga yang sudah berjuang menyelamatkan diri dan harta mereka.
Permintaan Bantuan Langsung dan Perhatian Pemerintah
Waine menegaskan bahwa masyarakat terdampak sangat mengharapkan bantuan langsung dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk kepedulian dan ganti rugi atas segala kerugian yang dialami, yang harus disalurkan melalui dinas terkait.
“Masyarakat sangat berharap ada bantuan langsung dari pemerintah provinsi sebagai bentuk kepedulian,” ujarnya.
Akar Masalah: Normalisasi Sungai dan Drainase yang Terabaikan
Sebagai putra asli Distrik Kamuu Selatan, Waine memahami betul akar permasalahan banjir yang terjadi hampir setiap tahun di Dogiyai. Menurutnya, penyebab utama adalah belum adanya normalisasi sungai dan pembangunan sistem drainase yang memadai.
“Musibah banjir terjadi setiap tahun sekali di Kabupaten Dogiyai, dikarenakan belum pernah dilakukan normalisasi dan belum dibangun drainase,” tegas Waine.
Ia mengidentifikasi lima sungai besar yang menjadi sumber masalah, yaitu Kali Tuka, Okeiya, Mauwa, Degei, dan Edege Dune, serta satu kali mati. Kelima mata air besar tersebut memiliki muara yang sama di Distrik Kamuu Selatan, menjadikan kawasan ini langganan banjir besar setiap tahun.
“Lima mata air besar ini muaranya hanya satu di Distrik Kamuu Selatan, sehingga setiap tahun masyarakat Kamuu Selatan menjadi korban dampak kebanjiran yang besar,” ungkapnya.
Duka Mendalam dan Desakan untuk Tindakan Nyata
Waine, yang juga merupakan wakil rakyat dan anak daerah, menyatakan kedukaan yang mendalam atas kerugian yang dialami warganya. Ia mendesak pemerintah daerah dan Provinsi Papua Tengah untuk segera membangun infrastruktur pencegah banjir.
“Saya sebagai anak asli dari Distrik Kamuu Selatan merasakan duka yang paling mendalam atas banyaknya korban harta benda warga,” imbuhnya.
Ia meminta kepada Pemerintah Daerah Dogiyai dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk segera membangun sistem drainase dan melakukan normalisasi lima sungai besar tersebut guna mengurangi dampak banjir pada masyarakat.
“Saya memohon kepada pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk membangun drainase dan normalisasi lima sungai besar untuk mengurangi dampak banjir kepada warga masyarakat Distrik Kamuu Selatan,” pungkas Waine.
Langkah Ke Depan: Antara Harapan dan Tantangan
Banjir tahunan di Dogiyai telah menjadi catatan kelam yang berulang. Meskipun setiap kali bencana terjadi, bantuan darurat selalu diupayakan, namun solusi jangka panjang untuk mengatasi akar permasalahan masih belum terwujud.
Normalisasi sungai dan pembangunan drainase yang memadai bukan hanya sekadar wacana, tetapi已经成为 kebutuhan mendesak yang harus segera direalisasikan. Masyarakat Dogiyai, khususnya di tiga distrik yang terdampak, tidak hanya membutuhkan bantuan sesaat, tetapi juga jaminan keamanan dan keberlanjutan hidup yang bebas dari ancaman banjir di masa depan.
Perhatian dan komitmen serius dari semua pihak, terutama pemerintah daerah dan provinsi, sangat dinantikan. Hanya dengan tindakan nyata dan berkelanjutan, lingkaran bencana tahunan ini dapat diputus, dan masyarakat Dogiyai dapat hidup dengan lebih tenang dan sejahtera.















