Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Klik Disini Klik Disini Klik Disini Klik Disini

Laba Singapore Airlines Anjlok 82 Persen, Air India Jadi Pemicu Utama

Kinerja keuangan Singapore Airlines mengalami penurunan drastis hingga 82 persen pada kuartal pertama tahun ini. Penurunan laba tersebut dipicu oleh persaingan ketat dan kenaikan biaya operasional yang signifikan.

Faktor Penyebab Penurunan Laba

Menurut laporan resmi perusahaan, penurunan laba ini sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya persaingan dari maskapai lain, terutama Air India. Maskapai nasional India ini mulai memperluas jaringan internasionalnya secara agresif, sehingga mengurangi pangsa pasar Singapore Airlines di beberapa rute utama.

Selain itu, biaya bahan bakar yang melonjak dan fluktuasi nilai tukar mata uang turut memperberat kondisi keuangan maskapai asal Singapura ini. Kendala ini membuat pendapatan operasional menurun secara signifikan, meskipun permintaan penerbangan secara umum tetap stabil.

Langkah Strategis dan Rencana Masa Depan

Untuk mengatasi kondisi ini, Singapore Airlines berencana melakukan penyesuaian tarif dan mengefisiensikan operasinya. Perusahaan juga akan meningkatkan layanan pelanggan dan memperluas jaringan rute baru guna mempertahankan daya saing di pasar global.

Sementara itu, Air India terus memperkuat posisi dengan menambah armada baru dan memperluas jaringan destinasi internasionalnya. Langkah ini diperkirakan akan semakin meningkatkan tekanan terhadap maskapai lain, termasuk Singapore Airlines.

Analisis dan Proyeksi Industri Penerbangan

Para analis industri memperkirakan bahwa tren persaingan ini akan berlanjut selama beberapa bulan ke depan. Maskapai-maskapai besar akan terus bersaing dalam merebut pangsa pasar penerbangan internasional, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga bahan bakar.

Situasi ini menuntut maskapai untuk lebih inovatif dan efisien agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat.

Sementara itu, laba bersih Singapore Airlines mencapai 52 juta dollar Singapura atau setara sekitar Rp 668,8 miliar dibandingkan estimasi 181,47 juta dollar Singapura atau setara sekitar Rp 2,3 triliun. Laba bersih Singapore Airlines untuk semester I 2025 juga turun menjadi 239 juta dollar Singapura atau setara sekitar Rp 3,073 triliun, turun 67,8 persen dari tahun sebelumnya, kata maskapai itu. Pendapatan bunga pada kuartal II 2025 turun 42 juta dollar Singapura karena saldo kas yang lebih rendah dan pemotongan suku bunga.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *